KRIMINALITAS: Penipuan Di Angkot Berkedok Menjual Burung Beo

15 11 2011

SEBENARNYA, kasus demikian sudah pernah saya saksikan sekitar tahun 1970, yaitu ketika saya masih duduk di bangku SMAN 6 Surabaya. bahkan mungkin sudah lebih dari 10 kali saya melihat kejadiannya, yaitu di berbagai bemo di berbagai jurusan. Hari ini, Selasa, 15 Nopember 2011 saya menyaksikan itu terjadi di Tangerang.

Modus sama
Modus penipuan sama, yaitu pura-pura menjual burung beo karena terpaksa.

Organisasi sama
Mereka biasanya terdiri dari tiga atau empat orang yangnaik angkot secara tidak bersamaan

Perannya sama
Pertama : Peran Penjual burung beo
Kedua: Peran Penanya
Ketiga:Peran Penawar
Keempat: Peran Pura-pura Pembeli Serius.

Skenarionya

1.Pertama, naiklah Si Pemeran Penanya. Duduk manis dan diam.
2.Satu menit kemudian, naiklah Si Pemeran Penjual burung beo
Duduk satu menit. Tiba-tiba burung di dalam kantong kresek hitam (selalu kantong kresek hitam) tiba-tiba seolah-olah berontak mau lepas.
3.Si Pemeran Penanya: “Apa itu?”
4.Si Pemeran Penjual burung beo:” Burung beo,Pak. saya baru datang dari pelabuhan.Ini pesanan dari teman saya yang menginap di hotel”
5.Si Pemerran Penanya: “Mau dijual ke temannya yang di hotel?”

6.Si Pemeran Penjual burung beo:”Iya,Pak. Sudah ditawar Rp 4 juta. Agak mahal, soalnya saya ambil dari Papua”
Lalu terdengar suara-suara mirip burung beo “Assalamu’alaikum”,”Good Morning”,dll, yang sebenarnya keluar dari Pemeran Penanya menggunakan alat kecil tertentu yang diletakkan di langit-langit mulutnya.
7.Masih Si Pemeran Penjual burung beo:” Ternyata teman saya di hotel sudah pindah dari hotel. Entah di mana, saya tidak tahu. saya hubungi HP-nya berkaliu-kali tida pernah diangkat”
8.Si Pemerran Penanya:”Lantas, mau dibawa ke mana burung itu?”
9.Si Pemeran Penjual:”Ya, akan saya jual ke paman saya,Pak. Mungkin akan saya jual Rp 3 juta saja. Rugi sedikit tidak apa-apa. daripada tidak laku. Soalnya saya butuh uang untuk pulang ke Yogyakarta”
10.Si Pemeran Penawar:”Boleh Rp 2 juta? Kalau boleh saya beli, tapi bayarnya di rumah saya”

11.Si Pemeran Penjual:”Wah, Rp 3 juta pas,Pak. kalau tidak ada uang tunai, HP Nokia atau HP Blackberry atau HP apa saja yang harganya Rp 3 juta juga boleh. Gelang atau kalung emas yang harganya Rp 3 juta juga boleh.
12.Si Pemeran Pura-pura Pembeli Serius:”Kalau boleh Rp 2 juta tunai, akan saya bayar sekarang,Pak. Tapi saya bayar di rumah”
13.Pemeran Penjual:” Masih belum boleh.
14.Si Pemeran penawar: (menawarkan ke penumpang-penumpang lainnya).
15.Si Calon Pembeli Serius:” Begini,Pak. Saya kebetulan bawa uang Rp 1 juta. kalau boleh Rp 1 juta, saya bayar sekarang. Tuna!” kata seorang ibu-ibu muda. Selama tawar menawar burung tidak boleh dilihat dengan alasan takut kalau terbang.

16.Si Pemeran Penjual:”Wah, kalau tidak Rp 3 juta tidak boleh,Bu…”
Ketika Sang Pembeli Serius akan turun, Si Penjual Burung-pun segera cepat-cepat berkata:
17.Ya, sudah,Bu. daripada tidak laku. Saya butuh uang buat pulang ke Yogya hari ini. Rp 1 juta tida apa-apa.”
18.Sang ibu itupun membayar Rp 1 juta tunai.
19.Si Pemearn Penanya:”Wah, hari ini ibu sangat beruntung”
Setelah membayar, Si Ibu itupun turun. Angkot melaju dengan cepat. Rupa-rupanya kerjasama dengan sopir angkot juga.
20.Penipuanpun berjalan sukses!

Tahukah Anda? Yang dijual bukan burung beo. Tetapi, burung biasa yang harganya sekitar Rp 10.000 saja.

Sumber foto: alamendah.wordpress.com

Hariyanto Imadha
Facebooker/Blogger


Tindakan

Information

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.